Reinforcement Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di SD Negeri Tumpakoyot 02 Kecamatan Bakung Kab. Blitar)

  • Anang Rifa’i, Abbas Sofwan Matlail Fajar,Tri Prasetyo Utomo UNIVERSITAS ISLAM TRIBAKTI LIRBOYO KEDIRI

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah adalah salah satu mata pelajaran yang

membimbing peserta didik menjadi individu yang berakhlak mulia, beriman, dan berjiwa

Islami serta bertakwa kepada Allah SWT. Reinforcement (penguatan) adalah segala

bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non-verbal, yang merupakan bagian dari

modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku Peserta didik, yang bertujuan untuk

memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (Peserta didik) atas

perbuatannya sebagai suatu dorongan ataupun koreksi.

fokus penelitian ini adalah:1) Pelaksanaan reinforcement dalam pembelajaran

pendidikan Agama Islam di SDN Tumpakoyot 02, 2) Jenis-jenis reinforcement dalam

pembelajaran pendidikan Agama Islam di SDN Tumpakoyot 02, 3) Respon Peserta didik

terhadap reinforcement guru dalam pembelajaran pendidikan islam di SDN Tumpakoyot

  1.  

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah

studi kasus. Pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Analisis data dilakukan dengan cara menelaah seluruh data kemudian ditarik kesimpulan.

Fokus Penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan reinforcement dalam

pembelajaran pendidikan agama Islam berdasarkan beberapa bentuk, yaitu penguatan

verbal seperti “luar biasa sekali anak ini”. Penguatan gerakkan badan seperti ekspresi

senyum atau sedih. Penguatan gerakkan badan seperti ekspresi senyum atau sedih.

Penguatan pendekatan seperti meminta Peserta didik maju ke depan. Respon Peserta

didik terhadap reinforcement guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam

berdasarkan tanggapan Peserta didik, seperti perhatian Peserta didik meningkat karena

Peserta didik senang mendengarkan cermah dan mendapat pujian. Peserta didik

termotivasi karena guru memberi penguatan positif dan negatif. Peserta didik jadi mudah

belajar karena selalu mendapat penilaian dari guru. Peserta didik menjadi percaya diri

karena guru selalu memberi motivasi.

Published
2026-04-27