Model Ekopesantren Majelis Taklim Konservasi Mata Air Berbasis Kearifan Lokal Talun Blitar
Abstract
Kecamatan Talun Kabupaten Blitar memiliki sumber mata air yang tidak pernah kering dan vital bagi irigasi pertanian, namun menghadapi ancaman degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kearifan lokal pengelolaan mata air dan merumuskan model ekopesantren majelis taklim untuk konservasi berkelanjutan. Metode kualitatif studi kasus digunakan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion terhadap pengurus majelis taklim, tokoh masyarakat, dan petani. Hasil penelitian menemukan kearifan lokal "buwuhan" (larangan menebang pohon radius mata air) dan tradisi "bersih desa". Model ekopesantren yang dirumuskan meliputi integrasi fiqh lingkungan dalam pengajian, pembentukan Laskar Hijau, penanaman pohon catchment area, dan edukasi pertanian ramah lingkungan. Implementasi pilot project menunjukkan peningkatan tutupan vegetasi 35% dan partisipasi masyarakat 78%. Model ini efektif mengintegrasikan nilai spiritual Islam dengan konservasi mata air berbasis kearifan lokal dan berpotensi direplikasi di majelis taklim lainnya.

