Fungsi Pengurus Dalam Membina Karakter Santri Di Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Gondang Gandusari Blitar
Abstract
Pendidikan karakter merupakan sebagai upaya yang diusahakan untuk memabntu manusia dalam memahami apa saja dalam melaksanakan nilai-nilai etika, terutama pada para santri. Fenomena yang ada sekarang dalam membina karakter perlu dipertanyakan kembali, karena masih banyak diantara mereka yang terlibat tawuran, mabuk-mabukan yang akibat pergaulan yang kurang baik dan selain itu akhlak mereka masih kurang terhadap orang yang lebih tua. Sehingga dalam hal ini pembinaan karakter sangat berperan dalam merubah sikap para pendidik. Oleh karena itu penelitian ini berlatar belakang masalah tersebut. Internalisasi dalam membina karakter yang memfokuskan pada karakter disiplin, jujur dan sopan santun pada para santri melalui peran pengurus sangat dibutuhkan. Salah satu peran pengurus tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dan membentuk karakter melalui beberapa upaya yang dilakukan oleh pengurus pondok.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : (1)bagaimana fungsi pengurus dalam membina karakter disiplin pada santri ? (2) bagaimana fungsi pengurus dalam membina karakter jujur pada santri ? (3) bagaimana fungsi pengurus dalam membina karakter sopan santun pada santri ?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan fungsi pengurus dalam membina karakter disiplin pada santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Gondang Gandusari Blitar. (2) Untuk mendeskripsikan fungsi pengurus dalam membina karakter jujur pada santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Gondang Gandusari Blitar. (3) Untuk mendeskripsikan fungsi pengurus dalam membina karakter sopan santun pada santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Gondang Gandusari Blitar.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) fungsi pengurus dalam membina karakter disiplin pada santri yaitu menerapkan beberapa kegiatan khusus keagamaan, memberikan hukuman positif, menerapkan kebiasaan menaati aturan, menanamkan tanggung jawab, memberikan keteladanan dan nasihat; (2) fungsi pengurus dalam membina karakter jujur pada santri yakni menanamkan terlebih dahulu pada diri pengurus dari sikap jujur sehingga santri meniru dari apa yang pengurus contohkan, dengan memberikan bimbingan, motivasi, dan dorongan dalam setiap kegiatan demi meningkatkan karakter jujur pada santri; (3) fungsi memberikan motivasi dan arahan pada santri dalam hal sopan santun, memberikan contoh dalam hal bersikap sopan santun di lingkup pondok maupun masyarakat.

